
DUA DOSEN BAHASA INGGRIS POLITEKNIK JATILUHUR HARUMKAN NAMA INSTITUSI DI ICTL 2026 LEWAT PRESENTASI KARYA UNGGULAN
May 16, 2026Author : admin_hatchery
Purwakarta,
Kebanggaan menghiasi almamater Politeknik Jatiluhur. Dua dosen Program Studi Bahasa Inggris berhasil membawa nama institusi ke panggung internasional setelah tampil sebagai presenter dalam International Conference on Teaching and Learning (ICTL) 2026 yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026. Di tengah ratusan akademisi dari berbagai penjuru dunia, Novasa Adiyani, S.Pd., M.Pd. dan Fanissa Narita, S.Pd., M.Pd. berdiri penuh percaya diri, mempersembahkan gagasan ilmiah terbaik mereka — sebuah pencapaian yang tidak hanya mengangkat nama kedua dosen, tetapi juga menegaskan kapasitas riset Politeknik Jatiluhur di kancah global.
TENTANG ICTL 2026
International Conference on Teaching and Learning (ICTL) merupakan salah satu forum akademik bergengsi yang mempertemukan para peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara seperti Indonesia, Australia, Korea Selatan, Finlandia, Malaysia, Jepang, Hingga Pakistan. dalam sebuah ruang diskusi ilmiah yang konstruktif. Konferensi ini dirancang sebagai wadah pertukaran ide inovatif seputar metode pengajaran, perkembangan teknologi pendidikan, serta kebijakan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman. Pada tahun 2026, ICTL diselenggarakan secara daring (online) dengan Purwakarta sebagai basis penyelenggaraan, menjadikan keikutsertaan akademisi lokal semakin bermakna tidak hanya sebagai peserta, melainkan sebagai kontributor aktif terhadap wacana pendidikan internasional.
Profil Singkat Dua Dosen Berprestasi
Novasa Adiyani, S.Pd., M.Pd.
adalah dosen aktif mata kuliah Bahasa Inggris Politeknik Jatiluhur yang dikenal atas dedikasi dan konsistensinya dalam pengembangan metodologi pengajaran bahasa. Dengan latar belakang akademik yang kuat di bidang pendidikan, Novasa telah terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat perguruan tinggi vokasi.
Fanissa Narita, S.Pd., M.Pd.
merupakan rekan sejawat yang tak kalah berdedikasi. Sebagai dosen Bahasa Inggris yang menaruh perhatian besar pada integrasi teknologi dalam proses belajar-mengajar, Fanissa dikenal aktif mengeksplorasi pendekatan-pendekatan pedagogis mutakhir yang dapat menjawab kebutuhan mahasiswa di era digital. Bersama Novasa, ia menjadi representasi generasi pendidik Politeknik Jatiluhur yang tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam forum ilmiah internasional.
KARYA ILMIAH YANG DIIMPLEMENTASI
Pada forum bergengsi tersebut, kedua dosen mempresentasikan makalah ilmiah bertopik:
"Transformation through Technology-Enhanced Pedagogical Innovation for Sustainable Development Goals"
Topik ini mengangkat sebuah kajian mendalam mengenai bagaimana inovasi pedagogis yang didukung teknologi dapat menjadi katalis transformasi pendidikan yang selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian ini menelaah strategi pengintegrasian teknologi digital ke dalam praktik pengajaran bahasa Inggris, sekaligus menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan. Karya ini berkontribusi pada perbincangan global tentang bagaimana lembaga pendidikan termasuk politeknik dapat memainkan peran strategis dalam mewujudkan pendidikan berkualitas sebagaimana diamanatkan dalam SDG ke-4. Penelitian Novasa dan Fanissa menawarkan perspektif segar dari konteks pendidikan vokasi Indonesia, memperkaya khazanah ilmiah yang selama ini didominasi oleh institusi-institusi dari negara maju.
Pengalaman yang Menginspirasi
Merefleksikan perjalanan akademik yang membawanya ke forum internasional tersebut, Novasa Adiyani menyampaikan rasa syukur sekaligus motivasi yang ia harap dapat menular kepada rekan-rekan sejawat.
"Mengikuti ICTL 2026 adalah pengalaman yang luar biasa berharga. Kami mendapat kesempatan untuk berbagi hasil penelitian dengan komunitas akademik internasional, sekaligus belajar dari berbagai perspektif yang sangat beragam. Ini bukan sekadar ajang presentasi ini adalah ruang tumbuh yang sesungguhnya. Kami berharap capaian ini dapat mendorong lebih banyak kolega di Politeknik Jatiluhur untuk berani melangkah ke forum-forum ilmiah serupa, karena potensi kita sesungguhnya tidak kalah dari institusi manapun," ujar Novasa.
DAMPAK BAGI INSTITUSI
Keberhasilan Novasa Adiyani dan Fanissa Narita di ICTL 2026 membawa dampak yang melampaui prestasi individu semata. Secara institusional, partisipasi aktif dalam konferensi bertaraf internasional berkontribusi pada peningkatan rekognisi Politeknik Jatiluhur di peta akademik nasional maupun global. Jejak riset yang ditinggalkan di forum tersebut membuka peluang kolaborasi lintas institusi, memperkuat jaringan akademik, serta meningkatkan daya tarik kampus di mata calon mahasiswa, mitra industri, dan pemangku kepentingan. Lebih dari itu, prestasi ini mengirimkan pesan yang jelas: bahwa Politeknik Jatiluhur bukan sekadar lembaga pendidikan vokasi biasa, melainkan institusi yang berkomitmen menghasilkan pendidik-peneliti yang mampu berbicara di panggung dunia.
PENUTUP
Pencapaian Novasa Adiyani dan Fanissa Narita di ICTL 2026 adalah cerminan nyata dari komitmen Politeknik Jatiluhur dalam membangun ekosistem akademik yang dinamis, inovatif, dan berdaya saing global. Politeknik Jatiluhur terus mendorong seluruh civitas akademikanya untuk aktif terlibat dalam kegiatan ilmiah berskala nasional maupun internasional, sejalan dengan visi institusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjawab tantangan pendidikan dan industri masa depan. Dengan fondasi yang semakin kokoh, Politeknik Jatiluhur melangkah maju tidak hanya untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi untuk turut membentuknya.
Penulis 1 Arun Arasid
Penulis 2 Roni